Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Beranda » Berita » Kabut Asap Ancam Kesehatan Santri, PKB Hadirkan Rumah Bebas Asap di Pekanbaru

Kabut Asap Ancam Kesehatan Santri, PKB Hadirkan Rumah Bebas Asap di Pekanbaru

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • print Cetak

PEKANBARU – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan cuma mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko bagi kesehatan masyarakat. Untuk membantu warga menghadapi kondisi tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menghadirkan fasilitas Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau.

Bantuan tersebut disalurkan melalui anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Riau, Mafirion. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu melindungi kesehatan para santri dan masyarakat sekitar dari paparan kabut asap akibat karhutla.

Pondok Pesantren Dar El Hikmah sendiri menjadi lokasi penyelenggaraan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026, yang dijadwalkan dihadiri Gus Muhaimin.

Momentum Hari Santri kali ini pun tidak hanya menjadi ajang memperingati perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa. Di tengah ancaman karhutla, kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak juga perlu diwujudkan melalui aksi nyata.

Mafirion menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional seharusnya menjadi pengingat bahwa semangat kepedulian dan gotong royong harus tetap hidup, termasuk saat masyarakat menghadapi bencana.

“HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ujar Mafirion di Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, pesantren merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika menghadapi situasi darurat. Kabut asap akibat karhutla bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Karena itu, Gus Muhaimin juga memberikan bantuan masker bagi para santri dan warga yang terdampak asap karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap, sembari penanganan karhutla terus dilakukan.

Mafirion menegaskan, kepedulian PKB terhadap dampak karhutla tidak hanya diwujudkan melalui bantuan untuk pesantren, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan warga yang menghadapi langsung dampak bencana.

“Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya mengantisipasi paparan asap selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta apel HSN 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah juga diminta menggunakan masker. Langkah ini menjadi bentuk perhatian terhadap keselamatan peserta di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla.

Mafirion berharap, peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa pesantren dan masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana sendirian.

“Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Admin
expand_less