Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Beranda » Berita » Aman Bekali Tenaga Kerja Lokal Batam Sertifikasi Las 4G FCAW, Siapkan Anak Muda Masuk Industri

Aman Bekali Tenaga Kerja Lokal Batam Sertifikasi Las 4G FCAW, Siapkan Anak Muda Masuk Industri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • print Cetak

BATAM — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd, MM, membuka secara resmi Pelatihan dan Sertifikasi Las 4G FCAW di King’s Hotel Batam, Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap memenuhi kebutuhan industri di Batam.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri Diky Wijaya, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri Suryadi, pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Catur, serta perwakilan sejumlah perusahaan industri di Batam, di antaranya PT McDermott, PT Caterpillar, dan PT Sidma Teknik Solusindo.

Aman menginisiasi pelatihan dan sertifikasi las 4G FCAW untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal sekaligus memperbesar peluang mereka mendapatkan pekerjaan di sektor industri.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri Batam cukup besar. Namun, tidak semua tenaga kerja lokal dapat langsung mengisi kebutuhan tersebut karena keterampilan yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan standar dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

“Pelatihan ini merupakan momentum yang sangat baik bagi adik-adik, generasi muda Batam, untuk mempersiapkan masa depan yang lebih gemilang,” ujar Sekretaris DPW PKB Provinsi Kepri tersebut.

Aman juga menyoroti tingginya pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai sekitar 7,04 persen, namun belum diikuti dengan penurunan angka pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka di Kepri masih cukup tinggi, di kisaran 6,87 persen atau sekitar 75 ribu orang dari sekitar 1,1 juta angkatan kerja, menjadikannya sebagai angka pengangguran tertinggi kedua secara nasional setelah Papua. Kota Batam menjadi daerah dengan jumlah pencari kerja dan pengangguran terbesar di Kepri.

“Kepri dengan pertumbuhan ekonominya yang tinggi, seharusnya berbanding lurus dengan menurunnya tingkat pengangguran kita. Investasi masuk terus, peluang kerja terbuka, tetapi angka pengangguran masih tinggi. Inilah tantangan yang kita hadapi saat ini di Provinsi Kepri dan juga Kota Batam,” ujarnya.

Ia menilai salah satu jawaban untuk menekan tingginya angka pengangguran di Kepri adalah melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja. Untuk itu, kegiatan-kegiatan pelatihan dan sertifikasi harus diperluas, agar semakin banyak SDM Kepri yang mampu mengisi peluang kerja di perusahaan.

Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi salah satu syarat penting bagi tenaga kerja mampu bersaing dan memperoleh peluang karier yang lebih baik.

“Pelatihan dan sertifikasi ini tidak hanya bagi yang belum bekerja, tapi juga bagi yang sudah bekerja untuk meningkatkan kompetensinya agar bisa naik pada posisi yang lebih tinggi di dunia kerja,” ujarnya.

Aman berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan keterampilan, karakter, dan disiplin yang tinggi, sehingga menjadi pilihan utama bagi perusahaan dan industri.

“Mudah-mudahan pelatihan dan sertifikasi ini menjadi jawaban bagi adik-adik yang belum bekerja untuk dapat segera diterima bekerja di perusahaan,” ujarnya.

Diky Wijaya mengapresiasi dukungan Aman dalam mendorong peningkatan kualitas SDM di Kepri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan DPRD menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di tengah pesatnya pertumbuhan investasi di daerah.

“Terima kasih kepada Pak Aman yang selalu memberikan kontribusi luar biasa terhadap pengembangan SDM kita,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang telah melalui proses seleksi. Selain memperoleh pelatihan intensif, para peserta juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Diky mengungkapkan, hasil kunjungan Disnakertrans ke berbagai perusahaan menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja sebenarnya cukup besar. Perusahaan selalu mencari tenaga kerja lokal terlebih dahulu. Persoalannya, industri membutuhkan tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan dan siap pakai.

“Kami sering roadshow ke perusahaan dan industri, dan menemukan bahwa kebutuhan tenaga kerja setiap tahunnya cukup tinggi. Semua perusahaan-perusahaan membutuhkan tenaga kerja lokal kita. Tapi pasar kerja di Batam membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai,” jelasnya.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

“Peserta yang hadir dalam pelatihan ini adalah pilihan. Sebab itu, ikuti pelatihan dengan serius, konsentrasi, dan pelajari secara maksimal agar setelah selesai bisa langsung terserap ke industri yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Admin
expand_less